?

Log in

Previous 5

Jun. 5th, 2012

happy

19才






Suga Shikao - 19-sai

唇に毒をぬって ぼくの部屋にきたでしょう?

あなたのキスで もう体も胸も溶けてしまいそう

大キライな ぼく 19才

大キライな ぼく 19才

吐き気がするくらい あなたの心美しいのに

何ひとつできないぼくに どうしてキスしてくれるの?

大キライな 日々 19才

大キライな 顔  19才

クロアゲハチョウの様に 誇らしい羽根で飛びたい

くだらないって言わないで そんな人生がいいの いいの・・・

汚れてる魂だけを 取り除くのが無理なら

どちらに歩けば それを未来と呼べるのでしょう?

宙ぶらりんな ユメ 19才

宙ぶらりんな ウソ 19才

クロアゲハチョウになって 誰からも愛されたい

九分九厘ないとしても ほんの一瞬でいいの いいの・・・

大キライな ぼく 19才

大キライな ぼく 19才

クロアゲハチョウの様に 誇らしい羽根で飛びたい

くだらないって言わないで そんな人生がいいの

クロアゲハチョウになって 誰からも愛されたい

九分九厘ないとしても ほんの一瞬でいいの いいの・・・

Kuchibiru ni doku wo nutte boku no heya ni kita deshou?

Anata no kisu de mou karada mo mune mo toketeshimaisou

Daikiraina boku juukyuusai

Daikiraina boku juukyuusai

You put on poison on your lips and came to my room, didn't you?

With your kiss, my body and mind feel like they're going to melt

I hate myself, 19 years old

I hate myself, 19 years old

Hakike ga suru kurai anata no kokoro utsukushii no ni

Nani hitotsu dekinai boku ni doushite kisu shite kureru no?

Daikiraina hibi juukyuusai

Daikiraina kao juukyuusai

Your heart is so beautiful it makes me want puke

Why do you kiss me, somebody who can't do a thing?

I hate these days, 19 years old

I hate this face, 19 years old

Kuroage hachou no you ni hokorashii hane de tobitai

Kudaranaitte iwanaide sonna jinsei ga ii no ii no...

I want to fly with proud wings like the black swallowtail butterfly

Don't say it's lame, I want that kind of life...

Yogoreteru tamashii dake wo torinozoku no ga muri nara

Dochira ni arukeba sore wo mirai to yoberu no deshou?

Chuuburarinna yume juukyuusai

Chuuburarinna uso juukyuusai

If it's impossible to only take out the soiled soul

Which way should I go to call that as the future?

Indecisive dreams, 19 years old

Indecisive lies, 19 years old

Kuroage hachou ni natte dare kara mo aisaretai

Kubukurin nai toshitemo hon no isshun de ii no ii no...

I want to become a black swallowtail butterfly and be loved by everybody

Even though that's 99% not possible, I want to even for a moment...

Daikiraina boku juukyuusai

Daikiraina boku juukyuusai

I hate myself, 19 years old

I hate myself, 19 years old

Kuroage hachou no you ni hokorashii hane de tobitai

Kudaranaitte iwanaide sonna jinsei ga ii no ii no...

I want to fly with proud wings like the black swallowtail butterfly

Don't say it's lame, I want that kind of life...

Kuroage hachou ni natte dare kara mo aisaretai

Kubukurin nai toshitemo hon no isshun de ii no ii no...

I want to become a black swallowtail butterfly and be loved by everybody

Even though that's 99% not possible, I want to even for a moment...

TODAY is birthday! Now I'm 19!!!

 
Tags:

Jan. 29th, 2012

sick

Standing in the Snow part 3

Aku membuka mata, kulihat semuanya serba putih, bau obat yang menyengat, dan tangan kiriku diinfus. Aku tahu, ini pasti di rumah sakit. Aku langsung bangun, tiba-tiba ada yang berat di kakiku. Ternyata kak Aoshi tidur di samping ranjang. Jangan-jangan kak Aoshi yang membawaku ke rumah sakit.
"Hnngghhh...." Waduh, kak Aoshi sudah bangun waktu kakiku kugerakkan.
"Oh, kamu sudah sadar ya, Hikari? Syukurlah..."
"Ya..." Kubalas dengan senyuman.
"Tadi.... apa yang terjadi padaku?"
"Tadi malam kamu batuk-batuk sampai berdarah, terus kamu langsung pingsan. Makanya aku langsung membawamu ke rumah sakit..."
"Oh... apakah...."
"Aku sudah menghubungi keluargamu. Tuh, mereka menunggu di luar. Orang tuamu sudah pulang duluan, yang tinggal cuma kakakmu dan aku. Buat jagain kamu"
"Oh begitu.... aku.... sakit apa?" tanyaku.
"Bukannya aku tak mau memberitahumu, kurahasiakan sama keluargamu dulu. Sebenarnya penyakitmu parah, bisa-bisa kamu kaget berat. Lain kali akan kuceritakan." potong kak Aoshi.
"Beritahu aku, kak Aoshi. Penyakit apapun, baik parah atau tidak, aku tak peduli. Aku yakin aku bisa melawan penyakit itu." kudesak kak Aoshi untuk bercerita.
"Kamu yakin?" tanya kak Aoshi tidak percaya.
"Tentu saja aku yakin"
"Sebenarnya kamu terkena penyakit...."
"Buat apa diceritakan dulu, Shinomori-san? Sudah kubilang 'kan? Jangan beritahu dia dulu untuk sementara waktu." Tiba-tiba kakak masuk kamar dan menyela pembicaraan.
"Apa boleh buat, Heiji. Hikari yang memaksaku untuk memberitahu dia."
"Buat apa sih kak Aoshi dan Oniichan merahasiakan penyakitku ini padaku? Apapun penyakitku, baik parah atau tidak, aku tak peduli."
"Kamu yakin?" giliran kakakku bertanya dengan tidak percaya.
"Yakin." jawabku dengan percaya diri.
"Sebenarnya kamu mengalami.... Tuberkulosis.... dan.... kanker hati."
"Apa? TBC? Kanker hati? Oniichan nggak bercanda 'kan?"
"Enggak, serius." jawab kakak dan kak Aoshi serempak.
Aku diam membatu. Waktu seakan berhenti, jantungku langsung berhenti mendadak.
"BRUUK!!!"
"Hikari?? Hikari???? Waduh, dia pingsan lagi. Cepat, panggil dokter!"
"Baik!"
Seakan-akan ini mimpi, mimpi yang sungguh... realistis, dan juga.... dramatis.


Jan. 1st, 2012

gloomy

Standing in the Snow part 2

Mata kuliah hari ini benar-benar membosankan, tak ada satupun yang mudah kupahami, dosen menjelaskan pun susah pula.
Besok malam tahun baru, apakah kak Aoshi datang ke rumahku nggak ya? Kubuka ponselku dan menelepon kak Aoshi.
".....nomor yg Anda tuju berada dalam luar jangkauan atau sedang tidak aktif. Cobalah beberapa saat lagi..." 
Huh! Pasti ponselnya dimatikan segala! Bete! Nanti malam aja lah semoga hpnya nyala lagi.


+++++++++++++++++++
Kubuka hpku lagi, semoga hp kak Aoshi hidup lagi.
"Tuuuuuutttt....."
"Halo..?"
"Hikari ya? Ada apa?"
"Bukannya ada apa, kamu tuh yang kenapa tadi siang hp kamu gak aktif?"
"Oh maaf, aku lupa menyalakan hpku. Memangnya penting ya?"
"Huh, sekarang kamu melupakan aku ternyata. Oh ya, besok kamu datang ke rumahku gak? Besok hari Minggu sudah tahun baru lho..."
"Hmm, gimana ya.... mungkin aku bisa datang"
"Hmm oke oke, nanti sekalian pesta minum teh. Ayahku boleh mengundangmu lho..."
"Makasih ya sudah mengundangku. Aku akan datang besok malam, tunggulah aku di stasiun."
"Oke."
Kututup hpku. Yes! Besok kak Aoshi bakal datang ahahahhaha.


++++++++++++++++++++
Hah, sudah jam 8 pagi. Aduh, tiba-tiba pinggulku sakit. Hari ini aku harus membantu buat besok.
Kubersihkan lantai ruangan dengan mop, kemudian mencuci baju, lalu membantu memasak. Aduh, pinggul dan perut mulai nyeri lagi. Kuhentikan pekerjaan rumah, lalu belajar untuk ujian semester besok Selasa.
Kuterus mengerjakan soal-soal sampai tertidur 1 jam hingga rasa sakitku ini tak terasa.
Malam telah tiba, kira-kira kak Aoshi sudah berangkat belum ya? Segera kukirim pesan lewat sms. Setengah jam kemudian, sms muncul, ternyata dari kak Aoshi bahwa dia akan datang jam 12 tepat.
Hatiku sangat senang, aku langsung makan malam lalu pergi ke stasiun untuk menjemput kak Aoshi.
Kupakai jaket tebal dan sepatu, lalu aku langsung pamit.
"Bu, aku pergi dulu ke stasiun untuk menjemput kak Aoshi."
Ibu membalas, "Ya, hati-hatilah, nak."
Aku mengangguk. Kunaiki taksi yang menuju stasiun Shin-Osaka. Semoga perjalanannya lancar di sana.
Salju turun kembali dengan lebat, udara semakin dingin. Tiba-tiba tubuhku seperti ditusuk-tusuk sesuatu. Kurapatkan jaketku dengan erat. Aku terus batuk-batuk sampai batuk berat dan pusing yang muncul secara mendadak.
+++++++++++
Sesampai di stasiun Shin-Osaka, aku turun perlahan menjaga tubuhku yang melemah ini. Kupandang salju turun, kulihat, kurasakan, betapa indahnya, tapi, tubuhku kembali melemah lagi, batuk-batuk lagi, pusing lagi, hingga batukku ini..... mengeluarkan darah? Aku tak percaya, mengapa aku semakin melemah dan memburuk? Aku langsung masuk ke dalam stasiun dan duduk di bangku panjang yang sangat dingin.
Sudah 3 jam aku menunggu kak Aoshi datang sampai ketiduran sambil membawa segelas kopi hangat. Kupandang arlojiku ternyata sudah jam 12 malam. Kuharap kak Aoshi selamat tak ada kendala dalam perjalanan. Tahun sudah berganti, tapi aku tak mendengar suara kembang api sama sekali. Aku kembali tidur sambil menunggu. Satu jam kemudian, aku bangun lagi, kulihat sosok tinggi berjalan ke arahku. Ternyata benar, itu kak Aoshi.
"Maaf membuatmu lama menunggu, Hikari... tadi keretanya macet mendadak...."
Aku tersenyum, "Tidak apa-apa, yang penting kamu sudah datang, tapi sebelum ke rumahku, lihat salju dulu yuk...." Kupegang tangan kak Aoshi keluar stasiun, melihat salju masih turun sejak awal.
"Kak Aoshi...."
"Ya?"
"Saljunya bagus ya...."
"Iya... Oh ya kamu bilang nanti ada pesta minum teh? Jadinya kapan?"
"Nanti siang."
"Hmmm...."
"Yaahhh...... aku gak bisa lihat kembang api tadi, ketiduran waktu aku menunggumu..."
"Aku juga.... maaf ya aku tidak bisa mengajakmu melihat kembang api tahun baru..."
"Tidak apa..... salju itu.... aku harap aku bisa melihat salju lagi di tahun depan....."
"Apa maksudmu, Hikari?"
"Ah, tidak, bukan apa-apa kok, hehehehe.... jangan dipikirkan...." Aku berbohong. Namun, seandainya aku tak bisa melihat salju lagi di tahun depan bagaimana? Apakah aku.... ? Tiba-tiba kepalaku pusing lagi, pandanganku kabur, tubuhku menggigil kedinginan lagi, tanganku mulai membeku, aku terus batuk-batuk sampai mual. 
"Uhuuukkk.........uhuuuukkkkk...............hhhhahh....hahhhh...." Nafasku tersengal-sengal. Kurapatkan jaketku lagi untuk melawan dingin yang jahat ini. Aku jatuh terduduk.
"Hikari, kenapa kamu?"
"Uhuukkk....ah, cuma batuk biasa.... uhuk.... uhuukk.....uhuukkkk.........uhukkkkkk...... hueeeeekkkkkhhhh........"
Akkhh!!! Muntah darah lagi!!!! Tidak, jangan sampai kak Aoshi tahu aku jadi begini....!
"Hikari???? Hikari??? Kamu kenapa, kamu sakit????"
"Aku.....baik.....baik.... saja......." Pandanganku nanar, sulit untuk membuka mata, nafasku semakin memburu, tubuhku lemas, kaku karena dingin, membuatku akan tak sadarkan diri.
"BRUUUKKK!!!!!"
"HIKARI!!!!!"
Hanya panggilan namaku yang kudengar, dan dingin yang kini kurasakan.
++++++++++++++++++++++
Tags: ,

Dec. 12th, 2011

gloomy

Standing in the Snow part 1

Bulan Desember telah datang, salju mulai turun begitu deras tetapi tak sederas hujan, membawa mimpi dan kenangan yg mengembara...
"Oh..." Aku kaget.
"Ada apa?" Kakak dan Sanosuke-kun datang menemuiku dan bertanya
Kupandang salju turun dari jendela, "Salju....."
"Menurut BMG hari ini kok tidak turun salju ya?" 
"Itu kan cuma prediksi, belum tentu benar..."
"Benar juga sih, eh, bagaimana kalau kita keluar sebentar?"
"Bukannya kelasmu sebentar lagi dimulai?"
"5 menit juga boleh. Salju sudah turun lho..."
"Oh iya, ya..." kudorong Sanosuke-kun yg akrab disapa Sano-kun keluar gedung kampus
--------------------------------------
Kami keluar memandang salju turun deras di siang hari yg mendung.
"Memang menyenangkan ya, salju..."
Aku melihat Sano-kun menjulurkan lidah. Apa yg sedang ia lakukan? Kutanya saja lah...
"Sano-kun, ngapain kamu? Lagi mencoba rasa salju ya? Emang enak?"
"Enak kok, 'kan terbuat dari air. Cobain deh..."
Karena tidak percaya, kucoba merasakan salju di mulut, ternyata benar, memang enak. Eh? kenapa aku jadi sinting begini sih? Sano-kun sialan! Jadi kena virus sintingnya nih grrrrrrr.....
"Uuuuggghhh Sano-kuunnn..... gara-gara kamu, aku jadi ikut-ikutan sinting deh... makan salju kayak kamu! Rasain nih!!" Saking jengkelnya diriku, kulemparkan gumpalan salju ke kepala Sano-kun, tapi sialnya, lemparan gumpalan salju itu mengenai kepala kakak.
"Aduh!"
"Upsss.... go...gomenne... Oniichan..."
"Awas kamu 'Ricchi.... kubalas nih!!!"
Aku langsung kabur sebelum kakak membalas lemparan bola salju ke arahku. Namun, lemparan bola salju itu tepat sasaran ke kepalaku. Aku langsung ambruk.
"GUBRAAKK!!!!"
"Hikacchan!!!"
Aku langsung bangun, Sano-kun dan kakak menghampiriku.
"Kamu gak apa-apa, Hika'?"
"Gak...kok..." jawabku lirih.
"Cieee.....cieee dari Shinomori-han berpindah ke Sagara yaaaa??? Gak nyangka ya adikku ini playgirl ckckckckck."
Aku menoleh ke belakang, malu, dan kesal dengan ejekan kakak. Bukannya menolong, malah mengejek. Dasar kakak sialan. "Kakaaaakkk!!!!!!!"
"Ku-sms ya pasti dia cemburu.... ahahahahaha...."
"Ja... jangaaaaaaaaannnnnnn!!!!"
Aku dan kakak saling mengejar sampai lupa waktu. Tak peduli rasa sakit yg baru kurasakan. Tiba-tiba langkah kami terhenti. "Eh, 'Ricchi, bukannya kuliah kamu sudah dimulai? Ini sudah seperempat jam lho."
Eh? Aku baru ingat kalau hari ini kelas dimulai, lalu kupandang arlojiku. Ternyata benar, sudah seperempat jam! Kuliahku sudah dimulai!!! Aku langsung pamit sambil membawa tas dengan terburu-buru. "Ah, aku kuliah duluan ya. Hari ini dosennya galak sih, doakan saja dosennya telat daripada aku. Ja!"
Sampai di kelas, untunglah kelas masih ribut, belum ada tas atau buku-buku milik dosen di atas meja. 5 menit kemudian, dosen baru datang juga, yokatta....
--------------------------- 

Jun. 5th, 2011

gloomy

I Hate My Birthday

jengkel

kenapa sih setiap kali aku ultah bawaannya emosi terus? 
gak cuma bawa emosi, tapi bawa sial terus?

umur 16, hampir mati ditabrak motor
umur 17, diseret ke laut
sekarang umur 18, mati listrik ama ban mobil kempes
apa lagi coba?
satu rumah aku dicuekin
dimasakin makanan laknat
suasana jadi suram, sepi, suwung
gak ada nasehat panjang dari ortu
ternyata, 18 tahun itu BASI banget


tadi pagi jam 1, aku sempat gelisah smp kepanasan
tiba-tiba aku menangis
mimpi apa aku coba?
aku takut tidak diterima melalui jalur tes...
akhirnya jam 3 aku bangun utk tahajud...
berharap aku diterima di PT yg kuinginkan...


sebenarnya aku bersyukur krn diberi umur panjang...
tapi kenapa?
kenapa aku benci jika umurku bertambah?
apakah aku merasa bosan hidup?
tidak, itu mustahil...
masih banyak hal yg ingin kulakukan
perjalanan hidupku masih panjang



Tuhan, 
aku berharap jangan ada kejadian itu lagi
yang terulang kembali... 
aku berharap doaku ini dapat dikabulkan
amin...

Previous 5